Simply me...'anything that catches my attention'

Ask   I'm a mom, with a great husband and two wonderful little boys....All praise be to Allah, the Lord of the entire universe.

ririnara:

AL-ASMAUL HUSNA (99 NAMES OF ALLAH) LYRIC.

Nas-aluka
Nas - Aluka Yaa Man Huwallahulladzii Laa Ilaaha Illaahu
Awarrohmaanur Rohimul 
Almalikul Qudduusus Salaamul Mu’minul Muhaiminul ‘Aziizul Jabbaar –
Almutakabbirul Khooliqulbaariul Mushowirul Ghoffar
Walqohharul Wahaabur Rozzaaqul Fattaahul ‘Aliim –
Alqoobidhul Baasithul Khoofidhur Alroofi’ul Mu’izzul Mudhillus Samii’ul Bashiirul Hakamul’adl –
Allathiiful Khobiir –
Alhaliimul ‘Adhim –
Alghofurus Syakuur –
Al’aliyul Kabiirul Hafiidhul Muqiit –
Alhasiibul Jaliil Al Kariimur Roqiibul Mujiibul Waa Si’ul Hakiimul Waduudul Majiidul Baa’itsus Syahid –
Alhaqqulwakiil –
Alqowiyul Matiin –
Alwaliyul Hamiid –
Almuhshil Mubdiul Mu’iid –
Almuhyil Mumiitul Hayyul Qoyyum –
Alwaajidul Maajidul Waahidus Shomadul Qoodirul Muqtadirul Muqoddimul Muakh Khirul Awwalul Akhiir –
Addhoohirul Baatinul Waalil Muta’al Bar Ruttawwaaabul Muntaqimul ‘Afuwwur Roufum Maalikul Mulki Dzul Jalaali Qal Ikroom –
Almuqsitul Al Jaami’ul Ghoniyul Mughnil Maani’ud Dhoor Runnaafi’un Nuurul Haadii Badii’ul Baaqii –
Alwaaritsur rosyiidus Shobuurulladzi ladza kamits lihi Syaiun Wawas Samii’ul Bashiir –
Alloohumma Solli Afdhollas Sholati’alaa As’adi MAkhluuqoo Tika Sayyidinaa Muhammadiwa’alaa alihii

Washohbihii wasallim ‘Adada Ma’luu Maatika Wamidaa Dzakalimaa Tika Kullamaa
Dzakaro Kad Dzaakiruuna Waghofala ‘An Dzikrihil Ghoofiluun.

— 6 days ago with 26 notes
Bukan Gratisan….

Hmm, saya mau rumah 1000 sqm di Pondok Indah, uang 100 M, mobil…3 aja, trus keliling dunia gratis. Ada yang mau ngasih?? dijamin gak ada…:-D Gak ada yang gratis di dunia ini. Semua perlu usaha dan kerja keras.

Oxigen yang kita hirup, tanah yang kita pijak, matahari yang bersinar, angin yang menyejukkan, nyawa dan waktu yang kita punya dsb dsb….semuanya juga gak gratis lho….Ada tagihannya nanti di padang Masyar. Dimana seluruh manusia di dunia berkumpul untuk mempertanggung jawabkan pembayarannya atau cicilannya…Kalo gak lunas atau paling tidak ada usaha… wallahu a’lam apa sanksinya…

Manusia sering lupa kalau dirinya itu ada yang Mencipta. Lalu berasyik-asyik lah mereka pesta pora, minum khamr, bermaksiat atau berfoya-foya dalam kemewahan dsb dsb. Atau ada juga yang hidup lurus tapi gak mau bayar apa-apa. Bisanya cuma bilang terima kasih (bersyukur) aja. Enak juga ya kalo saya ngontrak rumah bayarnya bisa pakai terima kasih aja…:-D  Sebenernya siy itu haknya mereka, ….”Jangan Tobat, bila tak Percaya Akhirat” (kalo ini ada bukunya: ‘Sayid Muhammad Al-Mujahid. 2007. Jangan Tobat, bila tak percaya Akhirat. Al-Huda’).                                            

Dikatakan manusia semenjak masih di dalam kandungan telah dituliskan nasibnya oleh Sang Maha Penguasa. Itu memang betul, Namun Tuhan tidak melepaskan segala urusan kita kepada diri kita sendiri. Dia senantiasa mengawasi dan mengaturnya.

Disebutlah Qadha dan Qadr, Al Amru baina al Amrain (perkara di antara dua perkara). Dimana Allah yang Mencipta lalu manusia menentukan jalan hidupnya.

Mengutip dari ‘Markazar Risalah. 2005. Dua Wajah Tuhan. Zahra’. “Tidak ada jalan bagi manusia untuk keluar dari wilayah qadha’ dan takdir dan keputusannya yang pasti, kencang serta detail. Manusia niscaya hidup, bergerak, bertindak, dan memilih dalam wilayah ini, sebagaimana kami telah katakan. Tapi ia lazimnya atau senantiasa mempunyai kehendak mutlak dalam memilih satu jalan dari berbagai jalan yang berbeda-beda yang dihadapinya dengan pengetahuan dan kesadarannya.”    

Jadi, mau berasyik-asyik buang waktu kita di dunia itu pilihan kita. Tapi tidak akan lama juga karena  tak lama lagi dunia pasti akan berakhir. Lalu sudah siapkah kita memberi pertanggung jawabannya?

Mumpung masih dikasih izin menghirup  oxygen untuk menyambung nyawa kita oleh Yang Maha Punya, jangan jadi manusia yang tidak berterima kasih dengan sebenar-benarnya, yaitu membayar dengan sepantasnya sebagai hamba Allah. Menjalankan kewajiban dan ikuti aturan-Nya itu adalah salah satunya. Karena Allah yang Punya segalanya, Allah juga yang berhak menentukan bagaimana dan dengan cara apa kita ‘membayar’ semuanya, lalu mana yang boleh dimakan, disentuh atau dipunya. Kita kan gak mau tamu di rumah kita main masuk aja ke dalam kamar-kamar kita lalu ngacak-ngacak isi rumah dan makan isi kulkas kita?

Intinya seimbang antara Habluminallah (hubungan kita kepada Allah ) dan habluminannas (hubungan kita kepada sesama makhluk Allah). Kalau menurut “Husain Mazhahiri. 2000. Mengendalikan Naluri. Penerbit Lentera”  yang harus dilakukan untuk mengekang dan memperbaiki manusia adalah:

1.       Keteguhan pada lahiriah syariat (pen: kewajiban, aturan, halal haram, dll)

2.       Kesabaran dalam menghadapi musibah

3.       Meninggalkan sifat-sifat tercela (pen: untuk mencapai kesempurnaan habluminannas tentunya)

Wallahu a’lam bishawab.

BIntaro, 10 Juni 2013

~ Melia

— 1 week ago
Ini kisah nyata:

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis tentang bagaimana seorang penonton bisa-bisanya memukul petugas bioskop yang melarangnya membawa anaknya yang masih kecil untuk menonton film dewasa bersamanya.  Alhasil, para petugas enggan untuk bersikap tegas lantaran para konsumennya yang lebih galak.

Ternyata lain lokasi sama ceritanya, baru-baru ini seorang pejabat pemerintah daerah Bangka Belitung memukul seorang pramugari Sriwijaya Air lantaran tersinggung saat diminta mematikan telepon selulernya di dalam kabin pesawat. Niat pihak Sriwijaya Air untuk memasukkan nama sang pejabat ke dalam daftar hitam sehingga tidak bisa naik Sriwijaya Air seumur Hidup patut diberi dukungan.

Lalu sehari berselang, terjadi pemukulan terhadap petugas perempuan pemeriksa tiket KRL oleh penumpang tak bertiket. Dan ternyata kasus kekerasan terhadap petugas telah beberapa kali terjadi bukan hanya oleh penumpang tak bertiket tapi juga oleh penumpang yang menggunakan kursi lipat, yang membawa sepeda dan penumpang yang duduk di atap kereta.

Itu hanya segelintir cerita yang sampai kepada kita, bisa dibayangkan masih banyak  lagi kasus sama yang terjadi ditengah-tengah masyarakat kita.

Apa kira-kira kesimpulan yang bisa diambil dari kasus-kasus diatas? Salah satu media cetak mengatakan bahwa terjadinya pemukulan terhadap pramugari mencerminkan belum tegaknya prosedur keselamatan penerbangan. Menurut saya masalahnya tidak sesederhana itu. Kasus-kasus pemukulan terhadap petugas menimbulkan satu pertanyaan tersendiri bagi saya, apakah bangsa kita bangsa yang cukup beradab?

Timbul rasa ingin dan sedih ketika melihat begitu bersih dan teraturnya negara-negara lain di dunia. Bahkan negara serumpun, Malaysia sangat jauh lebih bersih dan teratur. Kenapa hal tersebut bisa diterapkan di negara lain tapi tidak di negara kita. Jawabannya bisa sangat sederhana, bahwa mereka adalah bangsa yang lebih beradab.

Adab dalam kamus Tesaurus Bahasa Indonesia berarti akhlak, budaya, (budi) pekerti, etika, kebajikan, kesusilaan, kultur, moral, tata susila; adat, bahasa, etiket, kepatuhan, sila, sopan santun, tata karma; etis, etos, ideal, nilai, pandangan hidup.

Beradab berarti adib, berakhlak, berbudi, bermoral, bersusila, elegan, santun, sopan, tahu adat, tahu etiket; berbudaya, berbudi, berkemajuan, bertamadun.

Apa penyebabnya dan apa solusinya, bukan hal sederhana karena masalah rendahnya adab bangsa kita sudah banyak buktinya mulai dari strata sosial paling bawah sampai dengan yang paling tinggi.  Sedikit contohnya kasus korupsi  dan suap yang merajalela dari mulai kelas teri sampai kelas kakap, tindakan asusila oleh para pejabat yang mengaku beragama, tidak punya jati diri bangsa, pelanggaran hukum disegala sektor, salah satunya pelanggaran lalu lintas yang tak terhitung banyaknya, pendudukan tanah negara, kekerasanan, pemerkosaan, belum lagi komunitas free sex di kota kembang dan lain sebagainya. Lalu hal lain yang sepertinya kurang mendapat perhatian, seperti buang sampah yang tidak pada tempatnya dan ini dilakukan oleh semua kalangan, perilaku pengguna mobil di jalan raya yang egois, sikap sombong dan keras kepala orang-orang berada dan tak punya sama besarnya. Bisa satu halaman penuh jika  saya sebutkan semuanya.

Perlu kesadaran kita sepenuhnya untuk merubah diri menjadi orang yang beradab, jangan hanya mengeluh ketika melihat orang yang tidak beradab. Karena ketika kita menunjuk orang lain telah melakukan kesalahan, lalu semua orang melakukan yang sama, tidak ada yang menunjuk diri sendiri ketika melakukan hal yang serupa.

Mari kita semua bercermin diri, apakah kita sudah cukup beradab?

Bintaro, 8 Juni 2013

~ Melia

— 1 week ago
GIVE ME ONE GOOD REASON!…

Setelah beberapa tahun absen dari bioskop dikarenakan telah memiliki 2 jagoan cilik, beberapa waktu ini setelah yakin anak-anak bisa terjaga dengan aman dan baik, saya dan hubby memutuskan utk menonton Ironman di bioskop terkemuka pada waktu midnite. Terbelalak mata dan tercengang diri ini melihat fenomena terkini. Tak terhitung banyaknya orang tua membawa bayi-bayi, anak-anak batita, balita dan bocah-bocah dibawah umur mereka… Dan yang paling mencengangkan lagi, mereka menonton di waktu Midnite??? Ya Allah…inna lillahi wa inna ilahi rajiun.

Apa yang ada di benak para orang tua tersebut, saya tidak habis pikir. Apa alasannya?? Give me one good reason!! Pengen nonton tidak ada yang jaga anak? Yaa jangan nonton. Beli saja DVD-nya nanti. “Masih bayi, dia juga tidur kok di dalam.”Apa mereka tidak tahu ya bahwa sound system bioskop yang sangat keras bisa merusak pendengaran bayi-bayi mereka yang masih berkembang. Belum lagi dari segi psikologi mereka…duh! Ok lah, saya pikir, para orang tua ‘yang tidak punya akal sehat’ itu mungkin berpikir, Ironman film mengenai super hero. Hello!!? Film super hero buatan Hollywood gitu lho, sangat tidak mungkin mereka tidak menyelipkan adegan panas!! Selain itu tak terhitung adegan kekerasan yang terlalu brutal untuk anak seusia itu….menggelegak rasanya emosi, sampai-sampai ketika sampai pada adegan-adegan yang tidak pantas tersebut, yang ada dibenak saya hanya bagaimana pikiran-pikiran bocah-bocah cilik tersebut telah terkotori karena ulah orang tua mereka yang egois.

Lalu kemarin ini kembali saya dan hubby nonton Fast & Furious, -karena penasaran akan acting actor kita Joe Taslim- jam 4 sore. Fast & Furious, film dewasa tentu saja. Dan kita tahu bagaimana film tersebut jika kita lihat sekuel-sekuel sebelumnya. Dan, kembali kejadian yang sama terjadi. Bayi-bayi, batita, balita, bicah-bocah cilik dipertontonkan adegan panas dan keras serta brutal. Inna lillahi wa inna ilahi rajiun, cukup sudah menjelaskan bahwa begitu terpuruknya moral dan etika bangsa kita sampai-sampai merekapun tidak punya kesadaran sedikitpun untuk membina generasi penerus bangsa yang lebih baik.

Apakah mereka pikir ini hal kecil? Apakah mereka pikir mereka akan lupa….salah besar! Pengalaman dan riset membuktikan bahwa pada usia dini seperti itu juga mereka merekam apa yang mereka lihat lebih kuat dan bisa menjadi dasar pola pikir mereka. Apa yang bisa dan akan terjadi:
1. Pergaulan dan sex bebas
2. Tidak punya jati diri bangsa
3. Menjadi pelaku bully
4. Melawan orang tua
5. Meningkatkan pola pikir Hedonisme, Konsumerisme dan materialistik
6. Dan masih banyak lagi hal-hal buruk yang bisa dibayangkan bisa terjadi karenanya…

Tanpa mereka sadari para orang tua tersebut telah membuka lebar-lebar pintu bagi pengaruh buruk tersebut untuk masuk ke dalam pikiran anak-anak mereka dan di usia dini hal tersebut akan lebih melekat dalam pikiran bawah sadar mereka.

Saya rasa semua agama mengajarkan moral standard yang sama, namun sepertinya semua orang sekarang sudah lebih terbuai akan gaya hidup ala barat yang tidak punya batasan norma dan perilaku. Ironisnya, bahkan di negara-negara Barat, mereka sangat ketat memberlakukan batasan usia di bioskop. Selain sistemnya yang cukup ketat, masyarakat juga mau menerima aturan tersebut dengan baik.

Bedanya di Negara kita, sangat mencengangkan dan menyedihkan, setelah berbicara dengan pihak Manager setempat dan Humas Management bioskop tersebut, ternyata banyak orang tua yang memaksa membawa masuk anak-anak bahwa berusaha melawan dan memukul petugas yang melarang. Alasan mereka sangat naïve bahkan bodoh, “Ada saya sebagai orang tuanya kok.”…..

Himbauan dari petugas ternyata tidak cukup. Sepertinya harus ada yang mengingatkan mereka akan keburukan-keburukan yang bisa terjadi. Jangan tunggu sampai terlambat….

Bergabunglah bersama komunitas yang akan saya bentuk untuk memberikan pengajaran kepada para orang tua dan masayarakat umum dalam hal ini khususnya dan hal lainnya di kemudian hari. Yang tujuan dan fokus utamanya, kalau boleh sedikit idealis adalah memperbaiki moral dan mengembalikan jati diri bangsa kita. Tunggu informasi selanjutnya…

Bintaro, 28 Mei 2013
~ Melia

— 3 weeks ago
one-gets-cut-we-all-bleed:

animeasuka:

the-doctor-to-my-tardis:

ehehehelokid:

fake-smiles-cover-scars:

sherdoctorwholocked:

megan-hbu:

anorexic-cutters:

theyaretoofake:

better-humans:

uh
uh

both

how the fuck did you know?

um

Are you watching me?

i read the first one and was like “heh, no you don’t know me” then I read the second one and was like fuck.

how did you know that

I JSUT PUT MY LEFT HAND ON YM FACE ONE POST AGO HOW DID YOU-

I’VE SEEN THIS POST THREE TIMES IN THE PAST TEN MINUTES IT’S BEEN RIGHT EVERY TIME OH MY GOD

Stallkkkeerrrr

WOOOW….EAXCTLY BOTH….

one-gets-cut-we-all-bleed:

animeasuka:

the-doctor-to-my-tardis:

ehehehelokid:

fake-smiles-cover-scars:

sherdoctorwholocked:

megan-hbu:

anorexic-cutters:

theyaretoofake:

better-humans:

uh

uh

both

how the fuck did you know?

um

Are you watching me?

i read the first one and was like “heh, no you don’t know me” then I read the second one and was like fuck.

how did you know that

I JSUT PUT MY LEFT HAND ON YM FACE ONE POST AGO HOW DID YOU-

I’VE SEEN THIS POST THREE TIMES IN THE PAST TEN MINUTES IT’S BEEN RIGHT EVERY TIME OH MY GOD

Stallkkkeerrrr

WOOOW….EAXCTLY BOTH….

(Source: goldxblooded)

— 1 month ago with 72748 notes

Photos of fireworks I took on the new year eve 2012 - 2013

— 5 months ago
Buah Pemikiran #2

Seorang bijak berkata bahwa kita tidak akan bisa mengambil hikmah dari suatu kejadian sebelum kita mengalaminya sendiri. Yang menjadi pertanyaan adalah, akankah seseorang selalu bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian ataukah harus menjalani kejadian tersebut beberapa kali sampai akhirnya terpetik sebuah pelajaran baginya. Setiap individu berbeda tentu saja. Ada yang hanya mengalami satu kejadian besar lalu ia berubah seketika menuju kebaikan atau ada yang mengalaminya perlahan-lahan namun pasti dalam menuju perubahan yang baik atau juga ada yang mengalaminya berulang-ulang namun hikmah tak kunjung hinggap di benaknya atau kalaupun hadir sangat-sangat lama dan selama masa itu telah banyak orang-orang terdekatnya yang tersakiti. Kontradiksi dengan pernyataan yang mengatakan bahwa orang yang banyak pengalaman hidup pasti lebih bijaksana. Bijaksananya seseorang tidak dilihat dari banyaknya pengalaman hidup yang ia dapatkan, namun apakah pengalaman tersebut  walaupun hanya sekejap mampu memberikan hikmah yang bisa merubahnya menjadi seseorang yang bijaksana. Dan bijaksananya seseorang adalah jika ia telah mengenal dirinya, mengetahui makna dari kehidupan serta hidupnya, dan yang paling utama adalah mengenal Tuhannya serta menempatkan dirinya sebagai layaknya seorang hamba-Nya.

Bintaro, 8 November 2012; 12:10 am

~ Mel

— 7 months ago
"If you want to know the religion of a man, do not look at how much he prays and fasts, rather, look at how he treats people."
Imam Jafar al-Sadiq (as)

(Source: yaseeneducation, via faithunitydiscipline)

— 7 months ago with 1519 notes
colliders:

couldnt-stop-doing-it:

emilylovesharry1d:

jaibrooks69:

this man is so great

i mean how can you not re-blog?

omg this is beautiful

fsdhkjahfkjdsahkfjdsahkjfd so amazing 

colliders:

couldnt-stop-doing-it:

emilylovesharry1d:

jaibrooks69:

this man is so great

i mean how can you not re-blog?

omg this is beautiful

fsdhkjahfkjdsahkfjdsahkjfd so amazing 

(via faithunitydiscipline)

— 7 months ago with 53681 notes

braceletofnoor:

and I will end the night with this.

<3

Dua Al-Huja/Faraj (A.J) Abu Thar-Al-Halwaji 

(Source: youtube.com)

— 7 months ago with 13 notes